[Image Source: slightly_different on PIXABAY]

Apakah kamu masih menjadi salah satu orang yang lamaran kerjanya belum juga diterima? Bahkan tidak pernah mendapatkan panggilan wawancara kerja? Besar kemungkinan salah satu faktor yang memengaruhi adalah dari Curriculum Vitae (CV) yang kamu siapkan.

Mengutip dari Jobscan, sekitar 95% dari 500 perusahaan fortune menggunakan Applicant Tracking System (ATS). Melalui ATS, ratusan hingga ribuan CV yang masuk akan diberikan penilaian dengan cara yang efektif dan efisien. Dengan begitu, sistem ini mampu memudahkan pihak personalia untuk mencari kandidat yang sesuai dalam waktu yang singkat.

Keberadaan ATS tentu akan sangat memengaruhi kualitas diri kamu di mata HRD. Sebab, apabila ATS mendeteksi CV kamu dengan nilai yang rendah, besar kemungkinan HRD tidak akan melirik lamaran yang telah kamu siapkan. Itu mengapa, penting untuk memastikan CV yang telah kamu buat bisa dibaca oleh sistem ini.

Mengutip dari CNBC, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar CV bisa dibaca oleh ATS, diantaranya:

a. Gunakan Format File yang Benar
Sistem ATS hanya bisa membaca beberapa format file tertentu. Jika perusahaan tidak menentukan file yang dikirim harus dalam format apa, lebih baik menggunakan dokumen Word. Sebab, format ini sudah dipahami secara universal oleh semua ATS. Sebagian mungkin akan menganggap bahwa format Word bisa merusak format desain yang sudah disusun, sehingga lebih memilih menggunakan PDF. Namun, sistem yang kurang canggih akan membacanya sebagai satu gambar kosong. Selain itu, hindari untuk menempatkan informasi penting, seperti detail kontak di bagian header maupun footer. Sebab, tidak semua ATS mampu membaca dua bagian tersebut.

b. Tampilkan dengan Sederhana
Sebagian dari kita mungkin mengeluarkan upaya yang tidak sedikit untuk membuat desain CV terlihat menarik. Tidak jarang, terdapat banyak warna, grafik, hingga ikon pada sebuah CV. Hal ini mungkin akan menarik di mata manusia, tapi tidak dengan ATS. Besar kemungkinan, sistem ATS tidak bisa membacanya. Mengutip dari Kontan.co.id, ATS ramah terhadap font standard, seperti Times New Roman atau Cambiria. Agar lebih ATS friendly, gunakan bullet points jika diperlukan.

c. Gunakan Judul yang Umum
Sebuah CV memiliki beberapa bagian yang ditampilkan, seperti ringkasan profil, riwayat pendidikan, dsb. ATS hanya dapat membaca kata kunci yang sederhana dan paling umum digunakan. Contohnya pada bagian pengalaman kerja. Daripada menggunakan judul “Apa yang Selama Ini Saya Kerjakan?”, lebih baik gunakan judul “Pengalaman Kerja”.

d. Sesuaikan dengan Kata Kunci yang Tepat
Cantumkan kata kunci yang tepat, sebab ATS akan mendeteksi seberapa dekat kata kunci yang kamu gunakan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan. Cara ini tidak jauh berbeda dengan pengoptimalan Search Engine Optimization (SEO) agar artikel lebih mudah ditemukan.

Berikut adalah contoh CV ATS friendly yang bisa kamu jadikan inspirasi untuk memperbaiki template CV-mu.

Image Source: resumeworded.com

Demikian beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar CV-mu lebih ramah di sistem ATS. Tidak perlu lagi menguras pikiran dan tenaga untuk mendesain CV dengan elemen-elemen yang beragam. Dengan tampilan yang sederhana dalam format template yang umum digunakan, CV bisa lebih dibaca oleh sistem.

 

Written by Rimaya Akhadiyah

Sumber Referensi:

Renzulli, Kerri A. (2019, February 28). 75% of resumes are never read by a human—here’s how to make sure your resume beats the bots. CNBC. Retrieved April 27, 2021, from www.cnbc.com/amp/2019/02/28/resume-how-yours-can-beat-the-applicant-tracking-system.html

Septiana, Tiyas. (2020, October 19). Apa itu ATS? Aplikasi andalan HRD yang banyak digunakan perusahaan besar. Kontan.co.id. Retrieved April 27, 2021, from amp.kontan.co.id/news/apa-itu-ats-aplikasi-andalan-hrd-yang-banyak-digunakan-perusahaan-besar

Shields, Jon. (2018, June 20). Over 98% of Fortune 500 Companies Use Applicant Tracking Systems (ATS). Jobscan. Retrieved April 27, 2021, from www.jobscan.co/blog/fortune-500-use-applicant-tracking-systems/