[Photo Source: Annie Spratt on Unsplash]

 

Sudah menjadi rahasia umum lagi apabila bekerja di startup sekarang menjadi sebuah tren. Hadirnya drama korea Startup juga memperlihatkan sedikit banyak hal menyenangkan yang jarang ditemui di bisnis konvensional. Ditambah lagi dengan iklim bisnis industri digital, khususnya startup di Indonesia juga sedang didukung pemerintah. Apakah kamu juga tertarik mengikuti tren ini?
Sebelum memantapkan pilihan, intip terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan yang akan kamu alami apabila bekerja di startup.

 

Kelebihan Bekerja di Startup
Mengutip dari The Balance Careers, berikut beberapa kelebihan yang akan kamu dapatkan apabila bekerja di sebuah startup, diantaranya:

a. Mendapatkan pengalaman yang unik
Kamu akan mendapatkan pengalaman yang unik selama bekerja di startup, terutama terkait lingkungan kerjanya. Karyawan bisa berpakaian kasual saat bekerja di kantor. Ada alasan juga mengapa ruang kerja di startup dirancang dengan desain interior yang tidak biasa. Selain untuk relaksasi karyawan, hal tersebut akan merangsang kreativitas dan inovasi yang menjadi elemen penting di bisnis ini.

b. Belajar banyak hal baru
Tidak jarang, kamu dituntut untuk bertanggung jawab membantu menyelesaikan pekerjaan di luar deskripsi pekerjaanmu. Hal ini bisa terjadi apabila startup masih baru berdiri dan tidak memiliki banyak karyawan. Bahkan, founder dan karyawan bisa bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan. Ini bisa menjadi keuntungan tersendiri untukmu karena kamu akan belajar banyak hal baru dari ahlinya langsung.

c. Kamu bisa berinovasi
Salah satu hal yang membedakan startup dengan UMKM adalah tuntutan untuk bekerja dengan cepat. Kecepatan pertumbuhan bisnis tentu membutuhkan inovasi yang menarik. Sehingga, apabila kamu berhasil bekerja di sebuah startup, jenis bisnis ini akan membiarkanmu berinovasi sebebas mungkin dan membuat keputusan cerdas yang bertanggung jawab.

d. Manfaat lain
Ada beragam manfaat lain yang bisa kamu rasakan apabila bekerja di startup, diantaranya jam kerja yang fleksibel, work from home, suasana santai, hingga mendapatkan makanan dan minuman gratis. Bahkan ketika startup mengalami perkembangan, kamu bisa mendapatkan opsi saham karyawan. Hal ini pernah disampaikan oleh Bill Harris, mantan CEO PayPal, bahwa startup lebih bisa melihat bakat terbaik seseorang karena menerapkan ekuitas karyawan.

 

Kekurangan Bekerja di Startup
Mengutip dari The Balance Careers, terdapat setidaknya tiga kekurangan yang akan kamu alami ketika bergabung di startup, diantaranya:

a. Beban kerja yang berat
Bekerja di startup harus memiliki mental baja. Perusahaan harus mampu memanfaatkan tren dengan cepat, terutama saat masih baru memulai. Jam kerja yang fleksibel ini juga bisa membebanimu karena kamu dituntut untuk bekerja sepanjang waktu atau bahkan di luar jam kantor, demi menciptakan inovasi yang menarik target pasar. Stres dan kelelahan adalah hal biasa yang akan kamu alami nantinya.

b. Stabilitas pekerjaan yang rentan
Penelitian dari UC Berkeley & Stanford menunjukkan bahwa lebih dari 90% startup gagal dalam tiga tahun pertama. Terdapat banyak resiko yang harus dihadapi oleh startup, khususnya bagi mereka yang baru merintis. Kamu mungkin sudah menyukai pekerjaanmu, tapi bisa saja itu tidak bertahan lama. Bahkan ketika founder memiliki ide dan dana yang cukup, sebuah startup bisa gagal karena berbagai faktor.

c. Tidak seimbangnya kehidupan kerja dengan kehidupan sosial
Meskipun lingkungan kerja mendukung untuk suasana relaksasi karyawan, bekerja di startup juga memiliki banyak beban. Kamu harus terbiasa bekerja di bawah tekanan ekstrim untuk mempertahankan bisnis, mengejar ketertinggalan, dan mencapai kemajuan yang lebih mapan. Kehidupan startup erat kaitannya dengan perubahan teknologi dan persaingan yang sengit demi menghindari kerugian. Kamu mungkin akan kesulitan menemukan keseimbangan kehidupan kerja dengan kehidupan sosial.

 

Dari rangkuman di atas, bisa sedikit membantumu menemukan gambaran besar bagaimana rasanya bekerja di sebuah startup. Dengan mengetahui keuntungan dan kekurangan yang akan kamu alami, kamu bisa menentukan pilihan karir yang tepat. Jadi, apakah bekerja di startup masih menjadi cita-citamu?

 

Written by Rimaya Akhadiyah

Sumber Referensi:

Bradford, L. (2019, January 7). The Pros and Cons of Working at a Startup Company. the balance careers. Retrieved April 21, 2021, from www.thebalancecareers.com/the-pros-and-cons-of-working-at-a-startup-company-3859588