Pasti kamu tidak asing dengan kata Branding dan Marketing, bukan? Ketika suatu brand atau usaha, tidak menunjukkan hasil yang signifikan, beberapa orang akan ada yang memberikan komentar dengan mengatakan bahwa “kurang branding kali” atau “marketingnya kurang oke nih”. Memang benar adanya dua hal ini sangat berhubungan tapi memiliki perbedaan.

Branding

Branding merupakan suatu upaya komunikasi dalam membangun atau menciptakan citra brand. Tidak hanya sekedar merek tetapi juga meliputi ciri visual, kredibilitas image, persepsi, dan penilaian dari masyarakat atau konsumennya. Citra brand yang kuat pada akhirnya dapat menjadi pengendali pasar. Sebab, konsumen akan cenderung memilih produk yang sudah dikenal. Apalagi di Indonesia, di mana konsumennya sangat brand minded. Sangat sulit bagi brand yang anonim untuk bersaing di pasar. Agar lebih mudah dipahami, yuk simak contoh dari branding dibawah ini.

Salah satu contoh branding yang cukup populer yaitu dari brand Nike. Salah satu brand olahraga terkenal yang telah mendunia. Nike terkenal bukan hanya karena marketing-nya yang fantastis, seperti beriklan di berbagai media maupun menjadi sponsor atlet sepak bola. Tetapi, Nike juga memiliki branding yang bisa menarik konsumen. Dilihat dari segi unsur-unsur branding, Nike memiliki semuanya. Misal, ketika kamu melihat logo swoosh, yang pertama kali terbesit dikepala pasti brand Nike. Selain itu, tag line-nya yang berbunyi “Just Do It” begitu terkenal sampai dijadikan sebagai kata-kata motivasi bagi sebagian orang.

Marketing

Dalam membangun dan mempertahankan suatu bisnis, marketing menjadi suatu aspek yang fundamental. Hal ini dilatarbelakangi karena marketing menjadi ujung tombak bisnis dalam mendapatkan keuntungan. Melalui kegiatan marketing, masyarakat akan mengetahui tentang kekuatan dari produk tersebut. Untuk hal itu, tim marketing harus mempunyai bekal pemahaman produk yang baik. Marketing juga dapat menjadi sebuah sarana guna nilai produk tetap terjaga di target pasar.

Perkembangan zaman yang begitu cepat juga berdampak terhadap strategi marketing. Marketing yang sebelumnya bersifat konvensional seperti membagikan kartu nama, atau dengan membuat spanduk, banner, dan poster cetak sekarang beralih menjadi marketing online. Beberapa diantaranya yaitu, membuat website menggunakan teknik SEO, menggunakan influencer marketing, membuat aplikasi mobile dan sebagainya.

Hubungan antara Branding dan Marketing

Berangkat dari perbedaan tersebut pada dasarnya branding dan marketing memiliki hubungan. Kegiatan marketing maupun branding mengerucut pada tujuan yang sama, yaitu mendapatkan keuntungan. Dan jika dilihat dari kacamata marketing, branding bisa memudahkan marketing dalam menarik target penjualan karena sudah memperkenalkan suatu brand.

Untuk itu, jika kita ingin memiliki sebuah bisnis yang sukses maka antara branding dan marketing harus dibangun secara berbarengan. Keduanya harus berdampingan, antara marketer dan brander harus bersatu dan memiliki visi misi yang sama. Bekerja sama untuk kesuksesan bisnis yang akan dibangun. Manfaatkan perkembangan teknologi dan komunikasi untuk mencapai tujuan branding dan marketing. Satukan keduanya dalam satu action yang nyata.

Jadi tentang pertanyaan mana yang lebih penting, jawabannya yaitu antara branding dan marketing memiliki perannya masing-masing untuk mengembangkan bisnis. Karena itu jangan hanya bergantung kepada marketing, atau branding saja. Maksimalkan diantara keduanya untuk memperoleh hasil yang baik.

Written by: Nabila Zumarnis

Sumber Referensi:

Anindyaputri, I. (2020, April 23). glints.com. Retrieved from glints: https://glints.com/id/lowongan/perbedaan-marketing-dan-branding/#.YGbDm-gzbIU

dreambox.id. (2020, September 28). Retrieved from https://www.dreambox.id/blog/mengenal-hubungan-perbedaan-branding-marketing/

Permana, A. (2020, Januari 27). Trentech.id. Retrieved from TRENTECH.ID: https://www.trentech.id/branding-dan-marketing-mana-yang-lebih-penting/