[Image Source: leadforensics.com]

Lead generation menjadi salah satu strategi digital marketing yang cukup penting untuk diterapkan di bisnis startup kamu. Tidak hanya startup, startegi ini pun dinilai ampuh di berbagai jenis bisnis, seperti B2B maupun B2C. Sebelum membedah lebih lanjut apa itu lead generation, kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu lead.

Secara sederhana, lead bisa diartikan sebagai orang-orang yang berpotensi besar menjadi calon konsumen atau pelanggan dari suatu brand. Beberapa tindakan seseorang yang dapat diindikasikan masuk kategori lead, misalnya mereka yang tertarik untuk bertanya tentang produk atau jasamu, mereka yang mencoba untuk menggunakan layanan free-trial terlebih dahulu, dsb. Dibanding mengejar profit, hal yang harus kamu dahulukan adalah meraup jumlah lead yang banyak dan menentukan bagaimana startegi marketing yang tepat untuk mengubah mereka menjadi pelanggan tetap.

Untuk mewujudkannya, kamu membutuhkan strategi lead generation. Strategi ini bisa didefinisikan sebagai proses marketing yang betujuan untuk meningkatkan jumlah orang yang berpotensi menjadi pelanggan. Mengutip dari Marketo, sebanyak 60% marketers sepakat bahwa lead generation menjadi kunci utama dalam perusahaan mereka. Dengan menerapkan strategi digital marketing ini, kamu bisa meningkatkan brand awareness yang secara tidak langsung membantu mengembangkan bisnis kamu.

Mengutip dari Marketo, berikut lima tahapan yang harus kamu lakukan untuk memastikan strategi lead generation bisnismu berjalan maksimal, diantaranya:

1. Menetapkan lead
Ada banyak cara untuk menemukan lead. Kamu harus menentukan terlebih dahulu, kualifikasi seperti apa publik yang bisa kamu sebut sebagai lead. Misal, leads bisnismu adalah mereka yang mulai menunjukkan perilaku untuk membeli produkmu.

2. Selaraskan dengan penjualan
Setelah menetapkan lead, langkah selanjutnya adalah menyelaraskan dengan penjualan. Kamu harus menetapkan kapan kamu akan menggiring leads-mu ke penjualan.

3. Tentukan strategi marketing
Ada dua strategi marketing yang bisa kamu pilih, yaitu inbound marketing atau outbound marketing. Mengutip dari IDCloundHost, inbound marketing berfokus pada strategi menyediakan konten yang menarik dan bermanfaat bagi calon konsumen. Sedangkan, outbound marketing adalah strategi menjangkau konsumen keluar, biasanya menggunakan media populer, seperti iklan, surat, hingga telepon.

4. Membangun hubungan dengan lead dan nilai mereka
Sangat mudah untuk mendapatkan leads yang bertujuan untuk aware terhadap content marketing kamu atau disebut dengan TOFU (Top of the Funnel). Jika leads belum siap untuk membeli, maka arahkan mereka ke MOFU (Middle of the Flannel). Manfaatkan strategi untuk membangun hubungan dengan lead, lantas nilai mereka agar content marketing yang bisnismu usung sepadan dengan biaya dan investasi.

5. Evaluasi dan optimalkan
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan evaluasi, seperti A/B testing, calls to actions (CTAs), hingga multivariate testing. Cara-cara tersebut bisa dilakukan untuk mengoptimalkan strategi lead generation yang telah dilakukan.

Strategi lead generation berpotensi besar dalam meningkatkan brand awareness hingga mengubah sikap konsumen untuk membeli produk kamu. Terapkan strategi ini dan rancang strategi marketing yang matang untuk membuat target audience jatuh hati pada bisnismu.

 

(Written by Rimaya Akhadiyah)

Sumber Referensi:

Lead Generation. (2019, August 25). Retrieved March 22, 2021, from Marketo.com website: https://www.marketo.com/lead-generation/

Mengenal Apa itu Inbound Marketing serta Manfaat, Tujuan dalam Bisnis? (2019, September 26). Retrieved March 22, 2021, from IDCloudHost website: https://idcloudhost.com/mengenal-apa-itu-inbound-marketing-serta-manfaat-tujuan-dalam-bisnis/