[Photo source: https://www.freepik.com/nuraghies]

Melihat semakin banyak pesaing di sektor bisnis, rasanya sudah tidak heran lagi jika kita melihat banyak brand yang menerapkan konsep pemasaran dengan kesan yang out of the box. Hal tersebut lantaran untuk menarik perhatian masyarakat. Terlebih, masyarakat Indonesia cenderung gemar untuk memperbincangkan hal-hal yang terkesan unik. Maka dari itu, banyak brand yang berusaha untuk memanfaatkan perilaku masyarakat Indonesia tersebut.

Beberapa waktu lalu, kita melihat fenomena sepatu Compass yang menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bagaimana tidak, seluruh sepatu Compass habis terjual hanya dengan beberapa menit saja. Tidak hanya itu, brand tersebut juga seringkali melakukan kolaborasi dengan brand lainnya sehingga memberikan kesan unik dan menarik. Hal tersebut tentu mendorong calon konsumen untuk tertarik membelinya. Pertanyaannya, mengapa seluruh sepatu yang dijual oleh Compass selalu habis terjual hanya dalam kurun waktu beberapa menit saja? Sejatinya, fenomena ini merupakan fenomena yang “disengaja”. Artinya, Compass memang menjual seluruh sepatu yang diproduksi dengan stok yang terbatas. Konsep pemasaran ini dikenal dengan istilah scarcity.

Apa itu Scarcity?
Pada dasarnya, istilah scarcity merupakan sebuah kelangkaan. Di dalam konsep bisnis, scarcity dikatakan jika kebutuhan pasar lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaan barang. Namun, keadaan seperti ini kini terjadi secara sengaja di dunia bisnis. Kini, banyak brand yang menerapkan konsep produksi dengan stok yang terbatas, terlebih jika produk tersebut merupakan hasil kolaborasi antar brand. Umumnya, kita menyebut produk tersebut sebagai limited item atau limited offer. Selain Compass, beberapa e-commerce juga seringkali menerapkan konsep scarcity. Sebagai contoh, Shopee yang menerapkan Super Sale di setiap tanggal cantik, seperti 1.1, 2.2, dan seterusnya. Contoh lainnya, Tokopedia menerapkan konsep Waktu Indonesia Belanja dengan memberikan berbagai diskon menarik di setiap tanggal 25 hingga akhir bulan. Apakah konsep scarcity memberikan dampak tertentu? Secara umum, konsep ini dinilai memberikan dampak dan berhasil menarik perhatian calon konsumen. Apa saja dampaknya?

1. Mendorong Calon Konsumen Untuk Berkompetisi
Berkompetisi yang dimaksud dalam hal ini adalah berusaha untuk mendapatkan produk tersebut. Hal tersebut dikarenakan ketika mereka berhasil mendapatkan suatu produk dengan stok yang terbatas, maka timbul suatu perasaan puas tersendiri. Di sisi lain, banyak dari calon konsumen yang berusaha untuk berjuang mendapatkan produk tersebut agar nantinya dapat dijual kembali. Bahkan, banyak dari konsumen yang merupakan kolektor menganggap produk dengan stok terbatas sebagai investasi.

2. Mendorong Rasa Ingin Tahu
Salah satu sifat dari konsumen masyarakat Indonesia adalah konsumtif. Maka dari itu, tidak heran konsep scarcity sangat berhasil di Indonesia. Konsep ini pada dasarnya menimbulkan rasa penasaran bagi calon konsumen. Hal tersebut tentu mendorong minat dari calon konsumen untuk mencari tahu tentang produk tersebut dan akhirnya membeli produk tersebut, terlepas dari kebutuhannya. Akan lain hasilnya jika konsep scarcity tidak diterapkan pada suatu produk. Terdapat kemungkinan bahwa calon konsumen tidak tertarik dengan produk yang ditawarkan karena tidak ada kesan “terbatas” dan merasa konsumen dapat membeli produk tersebut kapan saja.

3. Sebagai Media Pemasaran Secara “Gratis”
“Gratis” yang dimaksud dalam hal ini tidak sepenuhnya gratis. Namun, “gratis” yang dimaksud dalam hal ini adalah memanfaatkan calon konsumen yang memperbincangkan produk tersebut. Ketika produk dengan stok yang terbatas berhasil menarik perhatian calon konsumen, tentu produk tersebut akan menjadi perbincangan hangat, terutama di media sosial. Secara tidak langsung, brand dan produk tersebut akan semakin dikenal secara luas dan meningkatkan peluang untuk menambah penjualan seiring berjalannya waktu.

Itulah penjelasan mengenai scarcity. Sejatinya, tidak semua produk dapat diterapkan dalam konsep scarcity. Bagi kamu yang memiliki bisnis dan bergerak di penjualan produk, kamu perlu menganalisis peluang dan produk kamu. Apakah peluang dan produk yang kamu tawarkan akan sesuai jika menerapkan konsep scarcity? Di sisi lain, konsep scarcity dapat memberikan kesan menarik, unik, dan eksklusif bagi produknya. Maka dari itu, tidak seluruh produk dapat kamu terapkan di dalam konsep scarcity.

(Written by Adrianus Sukanto)

Referensi

Goetha, S. (2020). Analisis Pengaruh Scarcity Message Terhadap Pembelian Impulsif dan Kaitannya dengan Kompetisi Konsumen Ritel di Kota Kupang . Jurnal Inspirasi Ekonomi, 33-47.

Putri, A. S. (2020, Januari 5). Kelangkaan: Pengertian, Ciri-ciri, Penyebab. Retrieved from Kompas: https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/05/160000869/kelangkaan-pengertian-ciri-ciri-penyebab?page=all