Pada 2020 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data laju pertumbuhan penduduk Indonesia pada kurun waktu 2010-2020. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa pertumbuhan penduduk Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 32,36 juta penduduk. Jika dikalkulasikan dalam hitungan per tahun, maka Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk sebanyak 3,26 juta penduduk. Pertumbuhan penduduk ini diyakini akan terus terjadi seiring berjalannya waktu.

Melihat pertumbuhan tersebut, banyak inovator yang mencoba untuk mengatasi berbagai masalah yang dapat muncul, salah satunya adalah terbatasnya lahan hunian. Maka dari itu, banyak inovator yang mulai merintis startup di bidang properti. Secara umum, startup yang bergerak di bidang properti dikenal dengan istilah proptech. Pernahkah kamu mendengar istilah tersebut? Jika belum, kamu bukanlah satu-satunya yang belum pernah mendengar istilah tersebut. Pasalnya, istilah proptech memang masih belum terlalu dikenal oleh masyarakat Indonesia karena kurang diminati oleh para investor lokal. Untuk itu, yuk simak tentang apa itu proptech dan apa saja model yang dapat kamu pilih!

Apa itu Proptech?
Secara umum, istilah proptech merupakan istilah yang dipadukan dari dua kata, yaitu property dan technology. Sesuai katanya, bisnis properti ini bergelut melalui pemanfaatan teknologi. Startup di bidang ini sejatinya masih jarang dibahas dan disadari kehadirannya oleh masyarakat Indonesia. Pada tahun 2018, konsultan dari JLL mengungkapkan bahwa proptech hadir sebagai bentuk tantangan pada bisnis properti konvensional. Bagaimana tidak, proptech dapat memudahkan pengguna untuk mencari tempat hunian yang sesuai dengan selera. Terlebih lagi, proptech dapat memberikan berbagai rekomendasi tempat hunian tanpa ada batasan jarak, sehingga pengguna mendapatkan berbagai pilihan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan mencari tempat hunian melalui pihak properti konvensional. Dengan kata lain, proptech memberikan efisiensi dan keefektifan bagi kita yang ingin mencari tempat hunian.

Model Bisnis Proptech
1. Digitalizing
Pada model yang pertama ini, kamu tidak akan terfokus pada jual beli properti. Namun, kamu akan berfokus pada penjualan produk fasilitas properti. Umumnya, fasilitas yang dimaksud dalam hal ini adalah alat rumah tangga yang berkaitan dengan teknologi atau elektronik. Model bisnis ini cenderung memberikan layanan berupa smart home, sehingga memudahkan pemilik hunian untuk menggunakan fasilitas yang dimiliki hanya dengan aplikasi atau suara. Di Amerika Serikat, sebagian besar pemilik hunian sudah menggunakan layanan smart home yang telah dikembangkan oleh perusahaan asal California, yakni Google. Namun, rasanya model bisnis ini masih kurang menarik perhatian masyarakat Indonesia, mengingat harga produk yang ditawarkan cukup tinggi dan belum menjadi kebutuhan dasar.

2. Sharing
Jika kamu ingin berkecimpung di dunia jual beli properti, maka model bisnis ini merupakan pilihan yang tepat untuk kamu coba. Sejatinya, model bisnis ini sudah mulai berkembang di Indonesia. Secara singkat, model bisnis ini memberikan penawaran kepada pencari hunian berupa pembelian, penjualan, bahkan penyewaan tempat hunian atau lahan. Menariknya, kamu dapat mencari tempat hunian atau lahan sesuai dengan selera dan dana yang dimiliki. Selain itu, model bisnis ini juga tidak hanya sebagai sarana jual beli properti, namun juga dapat dijadikan wadah konsultasi sehingga memudahkan kamu dalam mengambil keputusan untuk membeli, menjual, atau menyewa properti.

3. Financing
Model bisnis properti lainnya yang dapat kamu coba adalah financing. Sesuai namanya, model bisnis ini berfokus pada bagian transaksi dan keuangan. Sejatinya, model bisnis ini memberikan layanan berupa kemudahan untuk kamu yang ingin bertransaksi di bidang properti. Adapun beberapa layanan umum yang diberikan oleh model bisnis ini adalah fitur komparasi properti, kalkukasi biaya cicilan, perantara dengan pihak perbankan, hingga P2P Lending, yaitu memberikan pinjaman untuk biaya kredit dan biaya uang muka. Selain itu, adanya model bisnis ini dapat membantu kamu untuk bertransaksi dengan aman, sehingga terhindar dari penipuan transaksi properti.

Bagaimana? Apakah kamu sudah paham mengenai proptech? Bagi kamu yang ingin menekuni bisnis proptech ini, rasanya sekarang merupakan saat yang tepat untuk kamu mencoba. Masih sedikitnya kompetitor dapat kamu jadikan sebagai alasan utama mengapa kamu menekuni bisnis ini. Selain itu, negara yang berada di Asia Tenggara juga dinilai akan sangat membutuhkan layanan dari proptech di masa depan. Tertarik untuk mencoba?

(Written by Adrianus Sukanto)

 

Referensi

Eka, R. (2019, Desember 3). Startup Proptech di Indonesia, dari Model Bisnis hingga Peta Persaingan. Retrieved from Daily Social: https://dailysocial.id/post/startup-proptech-di-indonesia

Hollis, C. (2019, May 28). What is proptech and why does it matter in Southeast Asia? Retrieved from Interesting Asia: http://interestingasia.com/2019/05/what-is-proptech-and-why-does-it-matter-in-southeast-asia

Idris, M. (2021, Januari 22). Dalam 10 Tahun, Jumlah Penduduk Indonesia Bertambah 32,5 Juta Jiwa. Retrieved from Kompas: https://money.kompas.com/read/2021/01/22/160830626/dalam-10-tahun-jumlah-penduduk-indonesia-bertambah-325-juta-jiwa?page=all

Ismi, T. (2020, Desember 10). Perpaduan Teknologi dan Bisnis Properti, Pahami Apa Itu Proptech di Sini! Retrieved from Glints: https://glints.com/id/lowongan/proptech-adalah/#.YCc92WgzZPY