Saat ini banyak jenis ide usaha yang dapat dilakukan untuk menjangkau khalayak pasar di Indonesia. Tapi, apakah kamu tahu bahwa ada ide usaha yang mementingkan keuntungan sekaligus memperhatikan aspek-aspek sosial yang ada di lingkungan sekitar? Yaps, ada dong, namanya Social Enterprise.

Bagi kamu yang menyukai ide usaha yang anti-mainstream dan memiliki dampak sosial kepada masyarakat mungkin cocok banget untuk masuk ke bisnis Social Enterprise. Dalam ide bisnis ini, kamu tidak hanya sekedar menjadi seorang entrepreneur, lho! Melainkan ikut serta dalam pemecahan permasalahan sosial di masyarakat. Sebenarnya, Social Enterprise ini sudah populer di abad ke-19 yang ditandai dengan munculnya koperasi hingga pembangunan sekolah perawat di India.

Nah, kamu masih bingung tentang Social Enterprise? Yuk kamu bisa ikut menyimak beberapa penjelasan berikut tentang Social Enterprise!

Apa itu Sosial Enterprise?
Social Enterprise merupakan suatu ide bisnis yang menggabungkan antara konsep dasar berdagang yaitu mencari keuntungan dengan kewajiban dalam membantu sosial dan memaksimalkan pendapatannya dengan manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Manfaat yang diberikan pun cukup beragam, seperti pembentukan badan amal, pelatihan warga, serta perbaikan fasilitas umum masyarakat.
Karena fokus utama dari bisnis Social Enterprise terbagi atas dua bentuk, yaitu keuntungan dan pelayanan sosial. Maka, bisa dikatakan untuk menjalankan bisnis ini kamu harus benar-benar bisa menyeimbangkan antara tujuan bisnis dan tujuan sosial yang sudah dibentuk. Apabila kamu terlalu fokus ke tujuan bisnis, maka bisa dianggap kamu sedang melakukan bisnis konvensional dan apabila kamu terlalu fokus ke tujuan sosial, maka bisa jadi keuangan dan keuntungan dari perusahaan kamu akan terganggu.

Tipe-tipe Social Enterprise
Setiap ide bisnis tentu memiliki beberapa tipe yang bisa ditemui di khalayak pasar. Menurut buku yang diterbitkan oleh DBS Foundation dan UKM Center UI yang berjudul “Berani Jadi Wirausaha Sosial?”, terdapat 4 tipe dari ide bisnis Social Enterprise, yaitu:

1. Community-based Social Enterprise (CBSE)
Tipe usaha ini muncul karena adanya kebutuhan sekelompok orang dengan permasalahan dan kondisi yang sama, atau tinggal dalam satu lingkup. Konsumennya juga sekaligus menjadi penerima manfaat dari usaha yang dirintis. Nantinya para anggota komunitas akan bekerja sama dengan pelaku usaha sosial untuk menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Koperasi merupakan salah satu contoh dari tipe ini.

2. Non-for-profit Social Enterprise (NFPSE)
Tipe ini hanya berfokus kepada pemberdayaan masyarakat dan umumnya dibangun dari rasa peduli dalam mengatasi masalah masyarakat dan berfokus pada dana sosial. Untuk pengolahan tipe ini, dibutuhkan orang-orang yang sudah profesional dan Sumber Daya Manusia yang kompeten. Contoh untuk tipe ini adalah Dompet Dhuafa dan KitaBisa.

3. Hybrid Social Enterprise (HSE)
Tipe ini memiliki target yang berkelanjutan. Sumber dana yang mereka dapatkan berupa dana sosial dan semi komersial (ataupun komersial sekaligus). Contoh dari tipe ini adalah Yayasan Cinta Anak Bangsa.

4. Profit-for-benefit Social Enterprise
Terakhir, tipe ini lebih menjangkau target organisasi yang lebih luas, seperti pemberdayaan, pengembangan, hingga pertumbuhan bisnisnya agar membuat target yang ingin dijangkau menjadi mandiri dan tidak bergantung dengan penyandang dana.

Perbedaan Social Enterprise dan Ide Bisnis Konvensional 
Perbedaan antara Social Entreprise dan ide bisnis konvensional lainnya sangatlah mencolok. Social Enterprise lebih berpusat kepada misi sosial dan menggunakan keuntungan penjualannya sebagai alat untuk memaksimalkan keberlanjutan serta dampak sosial yang mereka lakukan. Sedangkan, ide bisnis konvensional lainnya lebih berpusat pada keuntungan bagi pemegang saham dan lebih mengarah ke pendekatan etika bisnis untuk permasalahan isu lingkungan, praktik perdagangan, dan pengembangan masyarakat.

Keunggulan Social Enterprise
Terakhir yaitu bentuk keunggulan dari ide bisnis Social Enterprise ini seperti apa? Ide usaha ini terbukti mampu membantu permasalahan sosial dan kualitas hidup yang buruk di tengah masyarakat. Hal ini karena bisnis-bisnis yang menganut ide Social Enterprise mempunyai orientasi yang berkelanjutan dalam memberi dampak secara langsung ke masyarakat maupun lingkungan.

Dari perfektif usaha, Ide bisnis ini juga tidak terlalu bergantung kepada para donor, dan Justru kita bisa menjadi penghasil dan pengelola dana untuk membantu kesejahteraan lingkungan dan sosial. Dalam ide bisnis ini, kita juga bisa melakukan perubahan besar di lingkungan-sosial masyarakat. Profit yang didapat pun beragam, ada dalam bentuk materi dan juga kepercayaan dari masyarakat.

Nah, setelah penjelasan tentang definisi, tipe, perbedaan, dan keunggulan dari Social Enterprise. Kamu pasti sangat tertarik bukan untuk menjalankan ide bisnis ini. Jangan khawatir, sudah banyak kok start-up Indonesia yang menerapkan ide bisnis ini, seperti Kitabisa, Waste4Change, dan Mendekor. Yuk! Giat membangun dunia start-up Indonesia sekaligus membantu permasalahan sosial yang ada di tengah masyarakat.

(Ditulis oleh Rahmi Ramadhani) (Foto Sampul oleh RODNAE Productions dari Pexels)

Referensi:

Cadwell, A. (2019). What Is A Social Enterprise? A Simple Definition & 3 Examples. Diambil kembali dari The Good Trade: https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Tqcut19A7J8J:https://www.thegoodtrade.com/features/what-is-a-social-enterprise+&cd=13&hl=id&ct=clnk&gl=id

Myeong. (2020). Tertarik Jadi Pelaku Social Enterprise? Kenali Tipe Hingga Keunggulannya Yuk! Diambil kembali dari Bisnis Muda: https://bisnismuda.id/read/1098-myeong/tertarik-jadi-pelaku-social-enterprise-kenali-tipe-hingga-keunggulannya-yuk#:~:text=Tipe%20Social%20Enterprise&text=Biasanya%2C%20konsumen%20tipe%20ini%20sekaligus,dari%20tipe%20ini%20adalah%20koperasi.&text=Tipe%20i