(Photo source: www.freepik.com/pressfoto)

Perkembangan teknologi merupakan salah satu pacuan yang digunakan oleh perusahaan untuk tetap bertahan dengan pesaingnya. Tentu saja, bagi perusahaan yang ingin mempertahankan eksistensi, ia akan merencanakan pengelolaan dan pelayanan yang paling matang bagi khalayak konsumennya. Salah satu bentuk produk yang mengikuti perkembangan teknologi pada masa sekarang yaitu Situs Website.

Ada beberapa manfaat yang didapat dalam menggunakan situs website, yaitu; sarana penjualan produk, mempermudah komunikasi, adanya kepercayaan terhadap bisnis, sarana publikasi, branding, serta mudah menyebarkan informasi kepada khalayak. Dengan manfaat yang sangat menguntungkan tersebut, tentu saja sebuah perusahaan akan sangat mempertimbangkan penggunaan situs website untuk dapat bersaing dengan pesaingnya.

Dibalik pengelolaan situs website, terdapat Tim Web Developer yang berperan penting dalam merancang website sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Web Developer adalah sebuah istilah untuk menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan website (desain website, pengembangan konten website, website server dan keamanan jaringan konfigurasi). Fokus yang dibangun pada seorang Developer ialah bahasa pemograman, framework, atau bagian teknikal lainnya.

Karena adanya beberapa fokus tersebut maka Tim Web Developer memiliki beberapa bagian peran, yaitu: Front End Developer, Back End Developer, dan Full Stack Developer. Walau tujuan yang mereka miliki sama yaitu mengembangkan sebuah website, peran-peran tersebut mempunyai perbedaan dalam fokus pekerjaan mereka. Terus Apa bedanya antara Front End Developer, Back End Developer, dan Full Stack Developer? perbedaan tersebut dapat kamu lihat pada poin-poin di bawah ini yaa!

1. Front End Developer
Front End Developer adalah orang yang berperan sebagai pengembang tampilan situs website. Mereka menciptakan design website agar tampilannya dapat berfungsi dengan baik. Tools yang digunakan oleh Front End Developer ialah HTML (Hypertext Markup Language), CSS (Cascading Style Sheets), dan JavaScript.

Terdapat fokus utama yang harus diperhatikan oleh seorang Front End Developer yaitu Isi dari situs website yang dikerjakannya berupa gambar, tombol, konten, dan sebagainya.

Lalu, tugas utama Front End Developer ialah mengembangkan berbagai komponen visual dan menjaga tampilan antar muka suatu web. Hal ini menjuluki Front End Developer sebagai client side. Pengembangan tersebut terarah berdasarkan desain yang dibuat oleh UI Designer. Front End Developer juga bertugas mengerjakan layout User Interface (UI) suatu website agar tampilannya lebih menarik dan nyaman digunakan oleh penggunanya.

2. Back End Developer
Back End Developer adalah orang yang berperan dibalik layar suatu situs website. Bahasa pemrograman yang melekat dengan peran Back End Developer ialah PHP, Ruby, Python dan lain sebagainya.

Untuk Back End Developer karena dijuluki sebagai server side, fokus utama yang dibangunnya yaitu memastikan penyimpanan muatan situs, keamanan data, dan kapasitas maksimal sebuah situs tidak terlampaui.

Tugas utama dari Back End Developer adalah memastikan pengembangan yang telah di rancang oleh Front End Developer dapat bekerja pada website. Tugas tersebut tidak dapat disepelekan karena kemampuan Back End Developer dalam mengelola situs akan selalu digunakan pada pengembangan dan perbaikan situs yang akan selalu ada setiap saat.

Back End Developer akan bekerja jika Front End Developer sudah mengatur desain yang dirancang kedalam HTML, CSS, dan Javascript. Back End Developer akan menentukan instruksi yang akan dijalakan apa saja oleh website terhadap rancangan tersebut.

3. Full Stack Developer
Jika kamu tertarik untuk mempelajari kedua peran tersebut kamu bisa melirik posisi ini lho, yaitu Full Stack Developer. Bekerja di dua sisi (server side dan client side), Full Stack Developer dituntut untuk memahami Front End (HTML, CSS, JawaScript) dan berbagai bahasa pemrograman dari Back End (PHP, Ruby, Python dan sebagainya) sekaligus.

Posisi Full Stack Developer muncul karena adanya perkembangan teknologi yang memudahkan pekerjaan Front End Developer dan Back End Developer secara bersamaan. Sehingga banyak Developer yang bisa melakukan tugas Front End Developer dan Back End Developer sekaligus. Memiliki kemampuan dalam Full Stack Developer akan menambah nilai khusus juga di beberapa kesempatan yang ada.

Fokus utama dari Full Stack Developer sendiri adalah hanya berfokus pada satu programming saja. Tetapi terlepas dari fokus tersebut, kelebihan yang dimiliki oleh Full Stack Developer ialah ia melakukan analisis masalah pada kedua bagian programming dari Front End dan Back End.

Peran-peran dari Front End Developer, Back End Developer, dan Full Stack Developer sanggatlah berpengaruh terhadap Web Development. Karena sifat Web Development yang terus berkembang seiring perkembangan teknologi, posisi-posisi tersebut akan selalu dibutuhkan oleh perusahaan dan membuka peluang besar bagi para pencinta dunia teknologi. Kamu bisa banget loh untuk mempelajari posisi-posisi tadi agar mendapatkan nilai tambah dalam pandangan perusahaan ataupun nilai jual kamu. Sekarang kamu sudah kepikiran belum posisi apa yang akan dipelajari dari ketiga peran tadi?

(Written by Rahmi Ramadhani)

Referensi:

Firdiansyah, A. (2020, Desember 22). Kerap Beriringan, Apa Perbedaan Antara Front End dan Back End? Diambil kembali dari Glints:

Institute, M. (2017, April 04). Front-End, Back-End, Full-Stack, Apa Artinya? Diambil kembali dari Medium: https://medium.com/@makersinstitute/front-end-back-end-full-stack-apa-artinya-36e0f25e8142

Putri, A. R. (2019, April 26). Apa Itu Front-End dan Back-End di Dunia Teknologi? Diambil kembali dari Kumparan: https://kumparan.com/kumparantech/apa-itu-front-end-dan-back-end-di-dunia-teknologi-1qxlD60BCjk/full