(Photo source: www.freepik.com/rawpixel-com)

Kamu pasti sudah tidak asing lagi jika mendengar kata startup. Saat kamu mendengar kata startup, apa yang ada di benakmu? Mungkin kamu akan membayangkan beberapa perusahaan ternama dan familiar, seperti Shopee, Tokopedia, atau mungkin Gojek. Tidak ada yang salah jika kamu membayangkan ketiga perusahaan tersebut. Namun, apakah kamu paham mengapa sebuah perusahaan dikatakan sebagai startup?

Pada dasarnya, sebuah perusahaan dikatakan sebagai startup jika perusahaan tersebut merupakan sebuah usaha yang baru saja dirintis. Kata startup sendiri merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Inggris. Kata ini pasalnya tidak hanya digunakan di Indonesia saja, namun juga di negara lainnya seperti di Amerika Serikat. Namun, kini orang-orang lebih mengenal istilah startup sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan penjualan. Padahal, tidak hanya perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan teknologi saja dapat dikatakan sebagai startup. Terdapat beberapa ciri khas lainnya yang menjadikan sebuah perusahaan dikatakan sebagai startup. Penasaran? Yuk, kita lihat ciri-ciri sebuah perusahaan startup!

1. Umur perusahaan yang masih “muda”
Mungkin kamu bertanya-tanya, apa yang dimaksud perusahaan “muda”? Maksud dari arti “muda” ini adalah tidak lebih dari 3 tahun. Secara lebih spesifik, sebuah perusahaan yang beroperasi belum melebihi 3 tahun dapat dianggap sebagai sebuah startup. Selain itu, perusahaan startup masih dianggap “muda” karena masih berada di tahap pengembangan dan menyesuaikan target pasar.

2. Pemasukan dan keuntungan yang masih terbatas
Karena perusahaan masih belum lama dirintis, maka umumnya sebuah perusahaan mendapatkan pemasukan dan keuntungan yang terbatas. Maka dari itu, perusahaan startup cenderung memanfaatkan dana yang dimiliki untuk keperluan utama perusahaan dan mengandalkan dana dari investor untuk mendukung pengembangan perusahaan.

3. Jumlah pekerja yang terbatas
Dana perusahaan yang terbatas menyebabkan jumlah karyawan juga ikut terbatas. Untuk mengatasi permasalahan ini, perusahaan startup umumnya memperkerjakan karyawan yang dapat multitasking. Dengan kata lain, perusahaan startup lebih senang dengan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan lebih dari satu tugas di waktu yang bersamaan. Selain itu, perusahaan startup juga cenderung memilih pekerja yang telah ahli di bidangnya atau memiliki banyak pengalaman sesuai dengan posisinya, sehingga hasil yang didapat lebih optimal dan efektif bagi perusahaan.

4. Terdiri dari beberapa bidang atau golongan
Pasalnya, perusahaan startup tidak hanya bergerak di bidang penjualan atau e-commerce saja. Terdapat beberapa bidang atau golongan startup lainnya yang memiliki banyak peminat di Indonesia, antara lain bidang edukasi dan bidang permainan atau gim. Perusahaan startup dengan ketiga bidang ini diyakini akan berkembang pesat di Indonesia karena tingginya kebutuhan dan minat konsumen.

5. Layanan yang diberikan berbentuk digital
Ciri ini menjadi salah satu ciri yang akan memudahkan kamu untuk menduga apakah perusahaan tersebut merupakan startup atau konvensional. Umumnya, perusahaan startup akan memberikan layanan kepada konsumen dalam bentuk digital, seperti aplikasi atau situs (website). Untuk memudahkan pemahamanmu, sebut saja Tokopedia. E-commerce asal Indonesia ini memiliki dua ragam layanan, yaitu dalam bentuk aplikasi dan situs. Hal ini dilakukan untuk memudahkan konsumen dan memberikan pilihan sesuai dengan kenyamanan ketika ingin berbelanja melalui Tokopedia.

Lalu, Mengapa Banyak Perusahaan Ternama di Indonesia yang Masih Disebut Startup Padahal Sudah Berdiri Sejak Lama?

Pertanyaan ini mungkin muncul di benakmu ketika membaca ciri-ciri di atas. Faktanya, banyaknya konsumen belum tentu menandakan bahwa perusahaan tersebut telah meraup keuntungan. Perlu dipahami bahwa keuntungan dan pendapatan merupakan dua hal yang berbeda. Jika kamu berpikir bahwa perusahaan startup seperti Gojek memiliki banyak konsumen dan mendapatkan pemasukan yang banyak, tentu kamu tidak salah. Namun, apakah perusahaan tersebut sudah pasti mendapatkan keuntungan? Belum tentu. Hal tersebut sangat wajar terjadi ketika kamu sedang menjalani bisnis startup. Pasalnya, proses perkembangan bisnis startup dan bisnis konvensial akan sangat bertolak belakang. Jika kamu menjalani bisnis konvensial, kamu dapat meraup keuntungan sejak hari pertama. Namun, jika kamu menjalani bisnis startup, kamu akan sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan sejak hari pertama. Bahkan, kamu mungkin saja akan meraup keuntungan pertamamu dalam 5 tahun yang akan datang atau lebih. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut, seperti dana yang didapat akan dialihkan kepada eksperimen target sasaran, mengekspansi layanan, gaji pekerja, dan lainnya.

Jika kamu masih bingung dengan pernyataan di atas, mari kita lihat bagaimana Gojek meraup pendapatan. Pada tahun 2019, Nadiem Makarim selaku CEO Gojek saat itu, menyatakan bahwa Gopay dan GoFood menjadi dua faktor utama Gojek meraup pendapatan. Melalui Gopay, Gojek meraup pendapatan sebesar Rp90,4 trilliun per tahun. Sedangkan, GoFood memberikan pendapatan yang tidak kalah besar, yakni sebesar Rp28,7 trilliun per tahun. Namun, melalui wawancara dengan Nikkei Asian Review, CEO Gojek tersebut menyatakan bahwa Gojek hingga kini belum berencana meraup keuntungan. Artinya, pendapatan yang besar dari Gopay dan GoFood tidak cukup untuk memberikan keuntungan bagi perusahaan. Lebih lanjut, Nadiem Makarim menjelaskan bahwa target dari Gojek saat itu adalah mencapai break even point atau yang biasa disebut dengan titik impas. Namun, Nadiem Makarim juga menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa Gojek akan meraup keuntungan di masa yang akan datang.

Maka dari itu, apakah bisnis startup hanya dapat bertahan jika memiliki investor? Jawabannya adalah tergantung bagaimana kamu mengelola dan memanfaatkan peluang. Jika kamu memiliki banyak investor namun tidak dapat mengelola perusahaan dan melihat potensi pasar, tentu kamu akan kesulitan untuk mengembangkan perusahaan startup-mu. Dampak terburuk yang mungkin terjadi adalah mengalami kebangkrutan. Namun, akan lain cerita jika kamu mampu mengelola perusahaan dan melihat potensi pasar dengan baik. Nah, bagi kamu yang memiliki tekad untuk membangun bisnis startup, jangan ragu untuk mencoba hanya karena argumen di atas, ya. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali, bukan?

(Written by Adrianus Sukanto)

Referensi

Eks. (2019, Juni 2). Gojek Ungkap Sumber Pendapatan Terbesar Mereka. Retrieved from CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190531112033-185-399964/gojek-ungkap-sumber-pendapatan-terbesar-mereka

Pengertian Startup Adalah, Sejarah Singkat dan Karakteristiknya. (2019, Januari 10). Retrieved from Liputan 6: https://www.liputan6.com/tekno/read/3867489/pengertian-startup-adalah-sejarah-singkat-dan-karakteristiknya

Wajib Tahu! Inilah Ciri-Ciri StartUp. (2020, Januari 2). Retrieved from Techfor ID: https://www.techfor.id/wajib-tahu-inilah-ciri-ciri-startup/