(Photo source: www.freepik.com/tirachardz)

Sejak beberapa tahun terakhir, perkembangan bisnis startup di Indonesia terus mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut mendorong keberanian banyak orang untuk memulai bisnis walaupun masih memiliki modal yang minim. Hal tersebut dilakukan oleh banyak orang lantaran bisnis startup dianggap sebagai sebuah usaha yang menjanjikan dan memiliki potensi kuat di masa yang akan datang. Dengan adanya potensi tersebut, bisnis startup yang dibangun seringkali didirikan oleh lebih dari satu orang.

Menariknya, ketertarikan akan bisnis startup tidak didominasi oleh pengusaha asal Indonesia, melainkan para pemuda yang masih minim pengalaman di dunia bisnis. Survei ini telah dibuktikan oleh World Economic Forum di tahun 2019. Survei tersebut menunjukkan bahwa pemuda berusia 15-35 tahun cenderung ingin menjadi pengusaha di masa yang akan datang. Mereka juga mengungkapkan bahwa alasan mereka ingin membangun bisnis startup karena adanya potensi dan inovasinya yang cukup unik. Lebih menariknya lagi, World Economic Forum juga mencatat bahwa pemuda asal Indonesia memiliki ketertarikan yang lebih tinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, dengan jumlah persentase sebesar 35.5%.

Melihat hasil survei tersebut, dapat terlihat bahwa potensi akan perkembangan bisnis startup di Indonesia cukup menjanjikan. Namun, terdapat masalah utama yang perlu diantisipasi dengan segera. Para pemuda Indonesia cenderung belum memahami mengenai bisnis startup secara menyeluruh. Maka dari itu, perlu adanya pengenalan lebih lanjut mengenai bisnis startup, salah satunya adalah posisi dan peran dari 3H. Secara umum, 3H merupakan istilah yang digunakan untuk posisi Hustler, Hacker, dan Hipster. Apa saja peran dari ketiga posisi tersebut? Yuk, simak ulasan di bawah ini.

1. Hustler
Setiap perusahaan tentu memiliki orang yang memiliki kemampuan di bidang keuangan dan pemasaran. Sangat tidak mungkin jika sebuah perusahaan tidak membutuhkan orang yang memiliki kemampuan di bidang ini, karena akan memberikan dampak fatal pada hasil penjualan. Seseorang yang menduduki posisi ini juga perlu memiliki keahlian dalam menganalisis pasar dan permintaan konsumen, sehingga pemasaran dan penjualan dapat mengalami peningkatan sesuai harapan perusahaan. Maka dari itu, posisi ini cenderung diduduki oleh pimpinan atau CEO perusahaan karena sangat menentukan keberhasilan sebuah perusahaan.

2. Hacker
Hacker yang dimaksud pada posisi ini bukanlah orang yang berperan untuk meretas atau membajak situs tertentu. Untuk memudahkan kamu mengingat peran dari hacker, orang yang menduduki posisi ini seringkali disebut developer. Tugas utama dari seorang hacker sendiri adalah mengembangkan perangkat lunak atau aplikasi. Aplikasi tersebut akan dikembangkan hingga nantinya siap dipasarkan kepada konsumen. Akan sangat fatal jika aplikasi yang dipasarkan mengalami bug atau kendala saat digunakan oleh konsumen, karena akan membentuk citra yang buruk. Maka dari itu, posisi ini wajib diisi oleh orang yang berkompeten di bidangnya. Secara sederhana, seorang pengembang bisnis startup tidak dapat meremehkan peran developer atau programmer. Pasalnya, developer atau programmer juga memainkan peran penting bagi perkembangan perusahaan, mengingat bisnis startup merupakan bisnis rintisan yang memanfaatkan Internet sebagai wadah pelayanan.

3. Hipster
Hipster merupakan posisi terakhir yang terdapat di 3H. Secara umum, hipster memiliki peran yang berbeda jika dibandingkan dengan hacker. Seperti yang telah dibahas, bahwa hacker berfokus pada pengembangan perangkat lunak atau aplikasi. Namun, hipster justru berfokus pada pengembangan web atau situs. Bagi orang awam, seorang hipster seringkali disebut sebagai desainer web. Selain aplikasi, web juga diperlukan oleh perusahaan untuk memudahkan konsumen dalam menggunakan jasa atau produk. Umumnya, user interface dan user experience menjadi faktor paling penting ketika tampilan web dirancang. Hal tersebut perlu dirancang sedemikian rupa untuk menarik perhatian dan kenyamanan konsumen.

Bagaimana? Apakah kamu kini sudah memahami posisi dan peran dari 3H? Pasalnya, hustler, hacker, dan hipster tidak hanya sekadar memiliki kesamaan huruf, namun lebih dari itu. Ketiga posisi tersebut saling terikat satu sama lain dan harus mampu untuk bekerja sama demi perkembangan perusahaan, sehingga seringkali disebut sebagai The Startup Triangle Team. Bagi kamu yang ingin membangun bisnis startup, apakah kamu sudah menentukan siapa kandidat yang tepat untuk mengisi posisi 3H?

(Written by Adrianus Sukanto)

 

Referensi

Idris, M. (2020, Oktober 21). Apa Itu Startup dan Perbedaanya dengan Perusahaan Konvensional? Retrieved from Kompas: https://money.kompas.com/read/2020/10/21/093719826/apa-itu-startup-dan-perbedaanya-dengan-perusahaan-konvensional?page=all

Rachmatunnisa. (2016, April 22). Mengenal Hacker, Hipster, Hustler di Dunia Startup. Retrieved from detikinet: https://inet.detik.com/cyberlife/d-3194448/mengenal-hacker-hipster-hustler-di-dunia-startup

Subastian, B. (2020, Desember 6). INFOGRAFIS: 15 Istilah dalam ‘Start-Up’ dan Maknanya. Retrieved from CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20201205143423-223-578397/infografis-15-istilah-dalam-start-up-dan-maknanya