Seremonial Pembukaan Program IGSI Batch 2

Setelah beberapa bulan diundur akibat pandemi Covid-19, program IGSI batch 2 ini akhirnya mulai dijalankan pada bulan Juni 2020. Pada hari Selasa, tanggal 2 Juni 2020, tim Manajemen Indigo Game Startup Incubation (IGSI) mengadakan acara pembukaan program IGSI batch kedua melalui Video Conference. Acara pembukaan dilaksanakan secara online dalam rangka penjarakan fisik sesuai dengan himbauan dari pemerintah.

Seremonial online ini dihadiri oleh para perwakilan dari PT Telkom Indonesia, PT Melon Indonesia, PT Agate Internasional, serta para peserta yang terpilih untuk mengikuti program IGSI batch 2, yakni 4Happy Studio (Batam), Last Boss Studio (Bandung), GrinSmile (Surabaya), Pendopo Studio (Yogyakarta), Clay Game Studio (Malang) , Studio TeamLess (Tangerang Selatan), Dreams Studio (Batam), Orange Games Production (Jakarta), Sweet Potato Studio (Bogor), dan Alphac Studio (Lombok Timur).

Acara dibuka oleh Nadia Ukthi Dzulhasni, Program Manajer IGSI, yang berperan sebagai host acara ini, dan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perkenalan dari tim mentor, tim manajemen IGSI, serta rekan-rekan dan jajaran dari PT Telkom Indonesia dan PT Melon Indonesia. Masing-masing tim terpilih juga memperkenalkan timnya disertai dengan penjelasan singkat mengenai game yang akan mereka kembangkan di program IGSI.

Setelah acara pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi sharing knowledge dari Restya Winda Astari selaku Program Director IGSI mengenai “Game Production,” dan Arief Widhiyasa selaku CEO PT Agate Internasional, juga sebagai Business Mentor IGSI, mengenai “Market Validation.” Kedua sesi tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama para peserta IGSI batch 2.

10 nama Tim terpilih dengan judul Game yang akan dikembangkan mereka di program IGSI Batch 2

Pada acara ini Bapak Asli Brahmana selaku OVP Group of Digital Strategy dari PT Telkom Indonesia turut memberi sambutan. Bapak Asli mengatakan bahwa program ini terkait dengan transformasi bisnis Telkom kedepannya yang bermula dari jaringan telepon rumah, jaringan telepon genggam, jaringan internet, bisnis cloud, hingga merambah ke bisnis dalam industri game.

Dalam kata sambutannya, beliau mengatakan bagaimana hanya dengan kemampuan 50 juta penduduk dan 1 Unicorn, Vietnam dapat menghasilkan GDP game lebih baik daripada Indonesia, yang secara efektif terdapat sekitar 150 juta hingga 200 juta penduduk dan sudah memiliki 5 Unicorn. Baginya keadaan ini sangat menarik dan juga menjadi sebuah pertanyaan besar, mengapa bisnis game ini tidak dapat menjadi dominan di Indonesia.

Beliau mengatakan, jika dilihat dari bisnis game dunia, Indonesia di mata rantai nilai bisnis game masih dilihat sebagai pasar dibanding sebagai produsen. Menurutnya, Indonesia akan mendapatkan “blessing millennials” dalam 10 tahun kedepan tertinggi di dunia, yang memiliki korelasi sangat kuat dengan bisnis game. “Inilah yang harus kita dorong supaya banyak para pecinta game menjadi startup game,” tuturnya.

Baginya, dalam program inkubasi ini, konten menjadi sebuah kata kunci karena memiliki banyak kaitan dengan budaya, sejarah, dan lain-lain, yang dapat menjadikan game sebuah misi agar karakter bangsa ini bisa tumbuh. Untuk itu, Telkom sangat mendukung dalam memajukan bisnis game di Indonesia, seperti yang beliau katakan, “Supaya bisnis game ini bisa maju, maka Telkom menyelenggarakan acara-acara seperti ini. Saya berharap (program ini) bisa di-review secara lebih intens, supaya kita punya pembelajaran, kita bisa belajar dari apa yang sudah kita lakukan untuk bisa lebih maju lagi.”

Akhir kata, beliau mengucapkan selamat atas terlaksananya program Indigo Game Startup Incubation, yang mudah- mudahan dapat memberikan kontribusi pada dunia kreatif Indonesia, dan secara khusus pada industri game, agar Indonesia dapat menjadi bagian dari produsen game dunia.

Aditia Dwiperdana, perwakilan dari PT Agate Internasional sekaligus Program Advisor IGSI, turut memberikan sambutan tentang awal mula terbentuknya program Indigo Game Startup Incubation.

Menurutnya, program ini diselenggarakan sebagai bentuk kerjasama dengan Telkom untuk membantu membangun industri game Indonesia menjadi lebih baik lagi, dengan cara memberikan berbagai pelajaran dan pengalaman yang sudah pernah dialami oleh para mentor yang sudah lama terjun di industri game pada para game startup.

Ia mengatakan, “Harapannya program ini menjadi sebuah kerjasama dalam industri game yang dapat menguntungkan semua pihak (Telkom, Agate, maupun para game startup yang mengikuti program ini).” Ia juga mengharapkan dengan mengikuti program ini, para game startup dapat bertahan dan juga sukses terutama di industri game Indonesia.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama secara virtual melalui screenshot layar Zoom Meeting. Masa inkubasi dari program IGSI batch 2 ini akan diselenggarakan selama 4 bulan (dari bulan Juni 2020 hingga September 2020) dengan menerapkan Work From Home (bekerja dari rumah masing-masing) dalam rangka pencegahan penularan virus Covid-19 seperti yang sudah dihimbau oleh pemerintah.

Perkembangan program Indigo Game Startup Incubation dapat diikuti melalui media sosial resminya, yakni fanpage Facebook Indigo Game Startup Incubation dan Instagram-nya (@game.indigo.id).

“Games make us happy because they are hard work that we choose for ourselves, and it turns out that almost nothing makes us happier than good, hard work.”

Jane McGonigal