Kamis, 30 Agustus 2018, Bandung Digital Valley mendapat kunjungan dari MIKTA. Seperti pada kunjungan biasanya, kegiatan ini bertempat di longe area yang dihadiri oleh perwakilan dari MIKTA yaitu Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia, selain dari negara MIKTA, turut hadir perwakilan Kementrian Luar Negeri yaitu Bapak Agustaviano Sofjan.

MIKTA adalah singkatan dari Meksiko, Indonesia, Korea, Turki dan Australia, sekaligus kelompok nonformal dari lima negara. MIKTA diinisiasi sejak tahun 2012 disela pertemuan G20 di Los Cabos, Meksiko. Lima negara ini adalah anggota dari G20. Pada tahun 2013 kelima Kementrian Luar Negeri sepakat untuk membentuk kelompok MIKTA sebagai kelompok informal lima negara dan lima negara ini dikategorikan sebagai middle power dengan tujuan untuk penataan government di kancah dunia. Sebagai negara middle power, MIKTA berupaya untuk menjadi brigde builder, consensus maker, dan agent center untuk berbagai isu global saat ini.

Pada tahun ini, Indonesia mendapat giliran sebagai Koordinator MIKTA. Tahun 2018 ini Indonesia mengambil tema “Foresting Creative Economy and Contibuting to global Piece”.

Kementrian Luar Negeri, Agustaviano Sofjan mengungkapkan bahwa “Sebagai kordinator MIKTA tahun ini, Indonesia telah banyak melakukan rangkaian program inisiatif kegiatan, kegiatan kerjasama untuk pariwisata, komunikasi & informasi, dan kebetulan di Bandung ini kita mengambil tema kegiatan MIKTA Startup Fest

Kegiatan yang berlangsung di Bandung Digital Valley ini merupakan pertemuan lanjutan MIKTA yang sebelumnya dilakukan pada tanggal 29 Agustus 2018. Pada kunjungan ini, beberapa startup indigo melakukan pitching yaitu,  AuthenticGuards, Edudok, Cyber Army, Open Trip, dan Futura.

Kegiatan ini kemudian diberi nama Bandung Startup Spirit, karena dengan adanya startup fest, lima negara ini bisa saling sharing mengenai kemampuan startup baik di Indonesia maupun di negara lain dan juga bisa saling berbagai pengalaman.